Menengok Kampung Tempe Yang Eksis Puluhan Tahun
REDAKSI TRANS7 OFFICIAL menyoroti usaha keripik tempe milik Mama Tina di "Gang Tempe" Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang dirintisnya sejak tahun 2011 untuk membiayai sekolah anak-anaknya.
REDAKSI TRANS7 OFFICIAL menyoroti usaha keripik tempe milik Mama Tina di "Gang Tempe" Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang dirintisnya sejak tahun 2011 untuk membiayai sekolah anak-anaknya.
Usaha rumahan Keripik Tempe Mama Tina yang berlokasi di gang sempit Jalan Haji Aom, Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berhasil berkembang pesat dan menembus pasar internasional hingga ke Malaysia, Thailand, Arab Saudi, dan Dubai. Dipelopori oleh Tina dengan melibatkan puluhan rumah warga di Sentra Pengrajin Tempe Keramat Pela, usaha ini menawarkan berbagai varian rasa.
Usaha rumahan Keripik Tempe Mama Tina di kawasan sentra perajin tempe Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sukses meraup omzet fantastis hingga Rp10 juta per hari. Kesuksesan bisnis yang dijalankan oleh Martinah (Mama Tina) ini tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal dengan melibatkan warga sekitar, tetapi juga membuktikan bagaimana produk olahan tempe tradisional mampu berkembang pesat, mendatangkan keuntungan besar, dan menembus pasar yang lebih luas.
Perjalanan sukses Martinah (Mama Tina) dalam merintis bisnis Keripik Tempe di Gang H. Aom (Gang Tempe), Gandaria, Jakarta Selatan, berawal dari kejelian melihat lesunya pasar tempe konvensional pada tahun 2011 dan saran resep dari keponakannya. Melalui proses uji coba resep selama tiga bulan serta modal mandiri, ia berhasil melakukan transformasi bisnis dengan menghadirkan varian rasa modern.